Kamis, 08 November 2012

Menggunakan Teknologi Informasi Untuk Kunggulan Kompetitif



Bab 2

Menggunakan Teknologi Informasi Untuk Kunggulan Kompetitif

Sumber daya informasi 

Sejumlah awal dalam manajemen informasi terfokus pada data. Selama tahun 1970 an dan 1980an usaha tersebut sejelan dengan meluasnya penggunaan system manajemen database (data base management system), atau DBMS. Perusahaan perusahaan mengelolah data mereka dengan menerapkan DBMS yang berdasarkan computer dalam mengelolah informasi. Pandangan data dan informasi adalah sumber daya yang perlu dikelola seperti sumber daya lain masih lazim dan menggambarkan suatu pendekatan positif penggunaan computer.
Namun ada pendapat lainnya, yaitu pandangan bahwa anda dapat mengelola informasi dengan mengelola sumber daya menghasilkan informasi. Dengan kata lain, dari pada berkonsentrasi pada input (data) dan output (informasi), lebih baik memperhatikan yang diberikan pada pengelola informasi (information processor) yang mengubah input menjadi output. Pengolah tersebut meliputi perangkat keras dan perangkat lunak, serta orang orang yang mengembangkan ,mengopersikan dan menggunakan system termasuk fasilitas yang menyimpan sumber daya.
Jenis jenis sumber daya informasi terdiri dari :
  1. Perangakt keras computer.
  2. Perangkat lunak computer.
  3. Para spesialis informasi.
  4. Pemakai.
  5. Fasilitas.
  6. Database.
  7. Informasi.
Penggambaran DBMS dapat dilihat pada gambar berikut ini.
Dalam perusahaan manajer memutuskan untuk mnggunakan informasi untuk mencapai keunggulan kompetitif, mereka harus menyadari tiap elemen tersebut sebagai sumber daya informasi. Contohnya, meanajer harus mengerti bahwa pegawai yang mampu menerapkan computer untuk permasalahan bisnis adalah sumber daya yang berharga, demikian pula dengan para pemakai di lingkungannya. Setelah itu, perusahaan dapat mengelola data tersebut untuk mencapai hasil yang diinginkan.


Pengelolah sumber daya informasi

Chief information officer
Istilah CEO (chief executive officer) telah lama dikenal dengan kata bisnis, setiap orang tahu bahwa CEO adalah orang yang memiliki penaruh paling kuat dalam operasi perusahaan, dan umumnya dimiliki jabatan direktur utama atau ketua dewan diraksi. Istilah seperti CFO (chief financial officer) dan COO (chief operating officer) juga telah dikenal. Pada tahun 1980an diciptakan istilah yang serupa untuk manajer jasa informasi. Istilah adalah CIO yaitu chief information officer.
Istilah CIO mengerti pengertian lebih dari sekedar suatu gelar. Istilah ni memiliki pengertian suatu peran yang seharusnya dilaksakan oleh manajer tingkat tertinggi dari jasa informasi. Sperti dimaksudkan oleh konsep tersebut, chief information officer, adalah manajer jasa informasi yang menymbangakan keahlian manajerialnya tidak hanya untuk memecahlan masalah yang berkaitan dengan sumber daya informasi tetapi juga area operasi perusahaan lainya.
Seorang manajer jasa informasi dapat berperan sebagai chief information officer dengan mengikuti saran saran berikut :
  1. Sediakan waktu untuk pelatihan bisnis. Pelajari bisnisnya, bukan hanya teknologinya.
  2. Buat kemitraan dengan unit unt bisnis dan line management, jangan menunggu hinggan diundang.
  3. Fokuskan pada perbaikan proses dasar bisnis.
  4. Jelaskan biaya biaya IS dalam istilah istilah bisnis.
  5. Bangun kepercayaan dengan memberikan jasa IS yang dapat diandalkan.
  6. Jangan bersifat defensive.
Meningkatnya kompleksitas manajemen informasi
Pada sepuluh tahun pertama era computer, semua sumber daya informasi diempatkan secara sentral didalam uit jasa informasi perusahaan. Berawal dari pemasangan terminal keyboard pada area pemakai di pertengahan tahun 1960 an, dan berlanjut pada penyebaran computer mikro tahun 1960 an, semakin banyak perangkat keras yang ditempatkan diluar unit jasa informasi.
Saat perusahaan memperoleh semakin banyak sumber daya informasi, dan sumber daya tersebt tersebar diseluruh perusahaan, tugas anajemen sumber daya informasi menjadi lebih kompleks. Tanggung jawab manajemen tidak hanya berada pada puncak CIO, tetapi pada semua manajer dalam perusahaan.

Perencanaan srtategis

Perencanaan jangka panjang juga dikenal sebagai perencanaan strategis karena mengidentifikasi tujun tujuan yang akan memberikan perusahaan posisi yang menguntungka dalam lingkunganya, serta menentukan strategi strategi untuk mencapai tujuan tujuan tersebut. Pentingnya perencanaan strategis pada manjemen tingkat atas merupakan alasan Robert Anthony
Menamakan tingakt itu perencanaan strategis.
Saat sebuah perusahaan mengorganisasikan para eksekutifnya kedalam suatu komite eksekutif, kelompok inilah yang apsti memikul tanggung jawab perencanaan strategis.
Perencanaan strategis fungsional
Setelah rencana strategis untuk perusahaan telah ditetapkan, tiap area fungsional bertanggung jawab untuk mengembangakan rencana strategis mereka sendiri. Rencana rencana fungsional merinci bagaiana area area tersebut akan mendukung perusahaan saat perusahaan bekerja menuju tujuan strategisnya.
Satu pendekatan bagi perencanaan strategis fungsional adalah tiap area menetapkan rencananya sendiri secara independen dari yang lain. Namun, pendekatan ini tidak menjamin bahwa area area tersebut akan bekerja sama sebagai subsistem yang terpadu.

Perencanaan strategis sumber daya informasi

Selama tahun terakhir, jasa informasi mungkin telah mencurahkan lebih banyak perhatian pada perencanaan strategis dari pada sebagian besar area yang lain. Istilah untuk menggambarkan aktivitas ini awalnya adalah transformasi kumpulan strategi ( strategi set transformation). Istilah yang lebih baru, yaitu perencanaan strategis sumber daya informasi (strategic planning for information resources) telah menjadi popular.
Trnsformasi kumpulan strategi
Saat jasa informasi mulai mengembangkan rencana rencana strategis, pendekatan yang dianjurkan adalah mendasarkan rencana tesebut sepenuhnya pada tujuan strategis perusahaan, yang diberi istilah kumpulan strategi organisasi (organizational strategy set). Langkah kdua yang tersendiri, suatu rencana jasa informasi dibuat untuk mendukung tujuan perusahaan. Rencana jasa informasi itu disebut kumpulan strategi SIM  strategy set). Dan terdiri dari sejumlah tujuan, kendala dan strategi. Pendekatan ini yang dinamakan transformasi kumpulan strategi.
Satu kekurangan dasar dalam transformasi kumpulan strategi adalah kenyataan bahwa area area fungsional tidak selalu memiliki sumber daya untukmenjamin tercapainya tujuan strategis perusahaan. Pendekatan ini masih dipakai bahkan oleh perusahaan perusahaan yang sangat berhasil.
Isi rencana strategis sumber daya informasi
Tiap perusahaan akan mengembangkan suatu rencana strategis sumber dya informasi yang memenuhi kebutuhanya sendiri. Namun, kita dapat mengidentifikasi sejumlah topic utama yang harus tecakup. Intinya, rencana itu harus menjelaskan :
  1. Tujuan tujuan yang akan dicapai oleh tiap subsistem CBIS selama periode yang tercakup dalam jangka waktu perencanaan.
  2. Sumber daya informasi yang dibutuhkan untuk mencpai tujuan tujuan tesebut.
Sebagai contoh bagaimana rencana tersebut dapat mempertimbangkan kebutuhan subsistem CBIS tertentu, misalkan bahwa system persediaan akan dimodofikasi agar kemungkinan pesanan pelanggan ditangani lebih cepat.peningkatan kecepatan dapat di capai dengan menempatkan barang barang persediaan dalam gudang sedemikian rupa sehingga petugas pengisian pesanan dapat mengambil barang barang dari rak dengan urutan yang paling efisin. Langkah selanjutnya dalam proses perencanaan adalah mengidentifikasikan sumber daya informasi yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan tersebut.

Konsep manajemen sumber daya informasi

IRM adalah aktifitas yang dijalankan oleh manajer pada semua tingkatan dalam perusahaan dengan tujuan mengidentifikasi, memperoleh, dan mengelola sumber dayainformasi yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pemakai.
Elemen elemen IRM yang diperlukan
Walau seorang pemakai individu dapat mempraktekan IRM, pendekatan paling efektif bagi perusahaan adalah menembangkan suatu rencana formal yang harus diikuti setiap orang. Agar suatu perusahaan dapat mencapai IRM secara penuh, perlu ada satu set kondisi tertentu. Kondisi kondisi tersebut meliputi :

  1. Kesadaran bahwa keunggulan kompetitif dapat dicapi melalui suber daya informasi yang unggul. Para eksekutif perusahaan dan manajer lain yang terlibat dalam perencanaan strategis memahami bahwa peruahaan dapat mencapai keunggulan atas para pesaingya dengan mengelola arus informasi.
  2. Kesadaran bahwa jasa informasi adalah suatu area fungsional utama. Struktur organisasi mncerminkan bahwa jasa informasi sama pentingnya dengan area fungsional utam lainya, seperti keuangan dan pemasaran.
  3. Kesadaran bahwa CIO adalah eksekutif puncak. CIO member konstribusi, jika memungknkan, pada pemecahan masalah yang mempengaruhi seluruh operasi perusahaan, bukan hanya operasi jasa informasi. Kesadaran ini paling mudah ditunjukan dengan menyertakan CIO dalam komite eksekutif.
  4. Perhatian pada sumber daya informasi perusahaan saat membuat perencanaan strategis. Saat para eksekutif terlibat dalam perencanaan strategis untuk perusahaan, mereka memperhatikan sumber daya informasi yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan strategis.
  5. Rencana strategis formal untuk untuk sumber daya informasi. Terdapat suatu rencana formal untuk memperoleh dan mengelola sumber daya informasi. Sumber daya itu harus mencakup yang berada pada area pemakai maupun jasa informasi.
  6. Strategi untuk mendorong dan mengelola end-user computing. Rencana strategis sumber daya informasi membahas cara membuat sumber daya informasi tersedia bagi para pemakai akhir, sambil tetap mempertahankan pengendalian atas sumber daya tersebut.



Sumber : Raymon McLeod,jr. system informasi manajemen “ management information system “  6 th edition hal 41-51

Jumat, 19 Oktober 2012

Bab. 7 Pendekatan Sistem


Manajer memecahkan masalah agar perusahaan dapat mencapai tujuannya. Selam proses pemecahan masalah manajer membuat berbagai keputusab, dan beberapa elemen pemecahan masalah harus ada. Ketika proses pemecahan masalah mulai berjalan, manajer berhati-hati dalam membedakan gejala dengan sebab.
            Sruktur masalah memepengaruhi cara pemecahan masalah. Masalah yang tidak terstruktur harus dipeccahkan oleh manajer, tetapi masalah yang terstruktur dapat dipecahkan oleh komputer. Manajer dan komputer dapat berkerja sama untuk memecahkan masalah semi-terstruktur.
            Sautu pendekatan sistematis untuk pemecahan masalah telah dibuat, dan disebut pendekatan sistem, pendekatan sistem terdiri dari tiga jenis usaha-persiapan, definisi, dan solusi.
 Istlah pemecahan masalah  mengingatkan pada perbaikan hal-hal yang salah. Tidak di ragukan lagi bahwa para manajer member respon yang cepat pada pengaruh-pengaruh yang merugikan, untuk mencegah atau meminumkan kerusakan. Namun, para manajer juga memberikan respon pada hal-hal yang lebih baik dari perkiraan sebelumnya. Pemcahan masalah manajer terlibat dalam pemecahan masalah untuk memecahkan masalah yang mungkin secara potensial berbahaya atau menguntungkan. Proses pemecahan masalah mengharuskan dibuat beberapa keputusan.
Pentingnya pemecahan masalah serangkain keputusan untuk memecahkan suatu maslah mungkin hanya membutuhkan sedikit jam namun dapat mempengaruhi laba perusahaan hingga ribuan atau jutaan dolar.
Pengambilan keputusan dan pemecahan masalah dalam memecahakan masalah, seorang manajer akan membuat banyak keputusan. Keputusan adalah pemilihan strategi atau tindakan. Pengembilan keputusan adalah tindakan memilih strategi atau aksi yang diykini manajer akan memberikan solusi terbaik atas masalah tersebut. Salah satu kunci pemcahan masalah adalah mengidentifikasi berbagai alternative keputusan.

Elemen-elemen Proses Pemecahan Masalah
Beberapa elemen harus ada agar seorang manajer berhasil dalam memecahkan masalah. Tentu saja harus ada satu maslah dan seorang pemecah masalah (manajer). Solusi bagi suatu masalah harus memampukan sistem untuk memenuhi tujuannya dengan baik, seperti tercermin pada standar kinerja sistem. Standar ini menggambarkan keadaan yang diharapkan-apa yang harus dicapai oleh sistem. Selanjutnya, manajer harus memiliki informasi yag tersedia. Informasi itu menggambarkan keadaan saat ini apa yang sedang dicapai oleh sistem.
System konseptual adalah system pemecahan masalah yang terdiri dari manajer, informasi, dan standar. Dua elemen lain masuk dalam proses pengubahan masalah menjadi solusi. Kedua elemen tersebut adalah solusi alternative dan kendala. Sangat penting bagi manejer untuk memisahkan masalah dari gejala.
Perbedaan antara keadaan saat ini dan keadaan yang diharapkan menggambarkan kriteria solusi (solution criterion), atau apa yang diperlukan untuk mengubah keadaan saat ini menjadi keadaan yang diharpkan. Contohnya, jika standar menetapkan sedkit 125 jaket ski terjual sehari, dan rata-rata penjualan adalah 75 jaket, solusi maslah ini adalah meningkatkan penjualan sedikitnya 50 jaket. Kelima puluh jaket ini adalah criteria solusi.
Kendala itern dapat berupa sumber daya yang terbatas. Kendala lingkungan dapat berupa tekanan dari berbagai elemen lingkungan, seperti pemerintah atau pesaing, dan merekan bertindak sedemikian rupa untuk memebatasi arus sumber daya ke dalam dan keluar perusahaan.
Masalah Versus Gejala
Gejala adalah kondisi yang dihasilkan oleh masalah. Seorang manejer ketika mendapati masalah yang menyebabkan laba yang paling rendah.Masalah tersebut adalah penyebab laba yang rendah. Sebenarnya, ada baiknya untuk berfikir bahawa masalah adalah penyebab dari suatu personal menjadi penyebab dari suatu peluang.
Struktur masalah
Cara popular untuk menggolongkan masalah adalah dengan menempatkannya dalam suatu rangkain dari yang terstruktur hingga yang tidak terstruktur. Sebagian masalah berada di antarnya, bersifat semi-terstruktur, dalam arti manejer memahami sebagian elemen dan hubungan, tetapi tidak semuanya.
Pendekatan system adalah prosedur langkah demi langkah yang digunakan dalam memecahkan masalah bisnis. Proses pemcahan masalah secara sistematis bermula dari john dewey, seorang profesorfilosofi di Columbia University pada awal abad ini. Dalam bukunya di tahun 1910, ia menidentifikasi tiga seri yang terlibat dalam memecahkan suatu kontroversi secara memadai.
1.      Mengenali kontroversi
2.      Menimbang klaim alternative
3.      Membentuk penelitian
Kerangka kerja Dewey di biarkan tidur bertahu-tahun, tetapi selama akhir tahun 1960-an dan awal 1970-an, perhatian pada pemecahan masalah sistematis mencapai puncak yang baru. Para pembuat komputer, management scientist, dan spesialis informasi semua mencari cara untuk mengunakan komputer dalam memcahkan masalah manajer.
Serangkaian langkah-langkah
Tiap tahap terdiri dari jenis upaya tertentu yang harus dilakukan manajer upaya persiapan, upaya definisi, dan upaya solusi. Usaha persiapan mempersiapkan manajer untuk memecahkan masalah dengan menyediakan orientasi sistem. Usaha definisi mencakup mengidentifikasikan masalah untuk dipecahkan dan kemudian memahaminya. Usaha solusi mencakup mengidentifikasikan berbagai solusi alternative, mengevaluasinya, memilih satu yang tapak terbaik, menerapkan solusi itu dan membuat menindak lanjuti untuk menyakinkan bahwa masalah itu terpecahkan.

System informasi berbasis computer, atau CBIS, dapat digunakan sebagai system dukungan ketika menereapkan pendekatan system. Subsisstem CBIS, seperti system pendukung keputusan, system pakar atau aplikasi kantor. Subsitem CBIS mungkin juga mendukung beberapa keputusan mungkin semua yang diperlukan untuk masalah tersebut. Langkah-langkah system pendekatan system memberikan jembatan antara satu maslah dan beberapa keputusan.
            Penjelasan mengenai pengambilan keputusan dan pembuat keputusan sering melupakan perkecualian-perkecualian terhadap peraturan.
Faktor-faktor pribadi menciptakan tiga gaya dasar dalam merasakan masalah :
Penghindaran masalah (problem avoider) manajer ini mengambil sikap positif dan menganggap bahwa semua baik-baik saja. Ia berusaha mengahalangi kemungkinan masalah dengan mengabaikan informasi atau menghindarinya sepanjang perencanaan berlangsung.
Pemecahan masalah (problem solver) manajer ini tidak mencari maslah juga tidak menghalanginya. Jika timbul suatu masalah, masalah tersebut dipecahkan.
Pencari masalah (problem seeker) manajer ini menikmati pemecahan masalah dan mencarinya.
Mengumpulkan Informasi
Terdapat pula perbedaan cara manajer mengembangkan dan mengevalusi berbagai alternative setelah masalah dirasakan. Para manajer dapat memnunjukan salah satu dari dua gaya mengumpulkan informasi atau sikap terhadap total volume informasi yang tersedia bagi mereka.

Menggunakan Informasi
Manajer juga cenderung lebih menyukai salah satau dari dua gaya menggunakan infomasi (information-using styles), yaitu cara menggunakan informasi untuk memecahkan masalah.
·         Gaya sistematis (systematic style) manajer memberi perhatian khusus untuk mengikuti suatu meted yang telah ditetapkan, misalnya pendekatan sistem.
·         Gaya intuitif (intuitive style) manajer tidak lebih menyukai suatu metode tertentu tetapi menyesuakain pendekatan dengan situasi.
Dalam merancang sistem berbaris komputer, perlu disadari perbedaan-perbedaan individual ini. Elemen penting dalam CBIS adalah manajer, dan tiap manajer menggunakan sistem dengan cara yang berbeda.
Pendekatan sistem adalah metodologi sistem dasar. Metodelogi adalah suatu cara yang telah ditetapkan untuk melaksanakan sesuatu. Pendekatan sistem merupakan metodelogi. Bahkan, pendekatan sistem adalah metodelogi dasar  dalam bidang komputer. Semua metodologi lain adalah turunan, hingga tingkat tertentu, dari pendekatan sistem
sumber : Mecleod jilid 1.

Jumat, 12 Oktober 2012

Artikel SIM : Kontribusi SIM dalam Peningkatan Mutu Pendidikan


Dalam meningkatkan layanan pendidikan, fungsi sistem informasi manajemen adalah suatu kegiatan formal dalam hal mengumpulkan, mengolah dan menyebarkan informasi kepada orang-orang yang tepat dalam suatu organisasi. Lembaga pendidikan dikatakan berhasil apabila mampu memenuhi semua kebutuhan pelanggan (siswa, guru, orang tua, dan masyarakat). Dalam hal layanan informasi, lembaga pendidikan harus mampu memberikan informasi yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan, mudah didapatkan secara efektif dan efisisen yang akan berdampak pada meningkatnya mutu pendidikan.

Dalam memenuhi semua kebutuhan pelanggan dalam hal informasi, lembaga pendidikan memanfaatkan sistem informasi manajemen sebagai penunjang layanan. Secara sederhana sistem informasi manajemen merupakan sarana yang tepat yang dapat mengantarkan organisasi informasi mengkoordinasikan segenap aspek kebutuhan pelanggan. Sebagai pihak yang menerima layanan pendidikan,

Pelanggan utama layanan pendidikan adalah siswa. Sedangkan produk adalah peluang pembelajaran (learning Opportunity) yang harus tercapai keperluannya, yang elemen-elemennya adalah kurikulum dan sumber daya pembelajaran.38 Akan tetapi, dalam dunia pendidikan laynan terbaik (exellence Service) tidak cukup hanya diberikan kepada siswa atau orang tua siswa saja sebagai pelanggan eksternal, layanan terbaikpun juga harus diberikan kepada para staff guru dan pegawai sebagai pelanggan internal. Mereka dapat lebih optimal dalam bekerjasama (collaboration through people) sehingga akan memberi dampak terhadap mutu layanan yang akan diberikan.

Dengan adanya sistem informasi manajemen, informasi yang ada tersusun dengan baik, sehingga sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Akibatnya organisasi informasi pada sebuah lembaga dapat bekerja dengan baik, karena didukung oleh akurasi yang diterima pelanggan. Artinya system informasi manajemen mempunyai peran signifikan, karena dapat membantu menyajikan data yang akurat, cepat dan fleksibel.

Pada umumnya sistem informasi manajemen yang diterapkan dalam manajemen pendidikan antara lain; sistem informasi keuangan, system\informasi sarana prasarana, sistem informasi kurikulum, sistem informasi kesiwaan,dan lain-lain. Mengingat bahwa pendidikan adalah organisasi yang bergerak pada bidang jasa, dan penelitian ini menjelaskan tentang layanan pendidikan yang terfokus pada kepuasan pelanggan, maka fungsionalisasi manajemen yang diuraikan akan menekankan bagaimana sebuah jasa pendidikan dapat disajikan, disampaikan, dan digunakan oleh pelanggan melalui pelayanan pendidikan sebagaimana lingkup manajemen, yaitu mulai proses perencanaan, pengorganisasian, pengawasan, sampai dengan evaluasi. Peran sistem informasi manajemen juga akan diposisiskan pada tiga wilayah diatas, ketiga fungsi ini menjadi satu cakupan yang harus dikoordinir oleh para pengelola informasi yaitu organisasi informasi, kuncinya adalah pemanfaatan sistem informasi secara baik.

Sistem Informasi Akademik
Sistem Informasi Akademik secara khusus dirancang untuk memenuhi kebutuhan Sekolah/Perguruan Tinggi yang menginginkan layanan pendidikan yang terkomputerisasi untuk meningkatkan kinerja, kualitas pelayanan, daya saing dan kualitas SDM yang dihasilkannya.Teknologi Informasi berperan penting dalam memperbaiki kinerja suatu organisasi. Penggunaannya tidak hanya sebagai proses otomatisasi terhadap akses informasi, tetapi juga menciptakan akurasi, kecepatan, dan kelengkapan sebuah sistem yang terintegrasi , sehingga proses organisasi yang terjadi akan efisien, terukur, fleksibel.

Sistem Informasi Akademik sangat membantu dalam pengelolaan data nilai siswa/mahasiswa, mata pelajaran/kuliah, data staf pengajar (guru/dosen) serta administrasi fakultas/jurusan yang sifatnya masih manual untuk dikerjakan dengan bantuan Software agar mampu mengefektifkan waktu dan menekan biaya operasional.
Sistem Informasi Akademik memberikan kemudahan dalam mengelola :
1.            Data Guru/Dosen
2.            Data Siswa/Mahasiswa
3.            Data Mata Pelajaran/Kuliah
4.            Data Nilai Siswa/Mahasiswa

Sistem Informasi Akademik dikembangkan secara aktif dan kontinu. Setiap pengguna Sistem Informasi Akademik berhak memberikan masukan-masukan positif berdasarkan kebutuhan mereka.
Interaksi Sistem Informasi - Teknologi Informasi


Peran Teknologi Informasi Dalam Bidang Pendidikan (e-education).
Dalam kehidupan kita dimasa mendatang, sektor teknologi informasi dan telekomunikasi merupakan sektor yang paling dominan. Siapa saja yang menguasai teknologi ini, maka dia akan menjadi pemimpin dalam dunianya. Globalisasi telah memicu kecenderungan pergeseran dalam dunia pendidikan dari pendidikan tatap muka yang konvensional ke arah pendidikan yang lebih terbuka (Mukhopadhyay M., 1995). Sebagai contoh kita melihat di Perancis proyek “Flexible Learning”. Hal ini mengingatkan pada ramalan Ivan Illich awal tahun 70-an tentang “Pendidikan tanpa sekolah (Deschooling Socieiy)” yang secara ekstrimnya guru tidak lagi diperlukan.
Manfaat e-education yang dapat dirasakan adalah :
  1.  Suatu pendidikan jarak jauh berbasis web antara lain harus memiliki unsur Pusat kegiatan siswa/mahasiswa yaitu sebagai suatu community web based distance learning harus mampu menjadikan sarana ini sebagai tempat kegiatan siswa/mahasiswa, dimana siswa/mahasiswa dapat menambah kemampuan, membaca materi kuliah, mencari informasi dan sebagainya.
  2. \Interaksi dalam grup yaitu  para siswa/mahasiswa dapat berinteraksi satu sama lain untuk mendiskusikan materi-materi yang diberikan guru/dosen. Guru/Dosen dapat hadir dalam group ini untuk memberikan sedikit ulasan tentang materi yang diberikannya.
  3. Sistem administrasi siswa/mahasiswa; dimana para siswa/mahasiswa dapat melihat informasi mengenai status siswa/mahasiswa, prestasi siswa/mahasiswa dan sebagainya.
  4. Pendalaman materi dan ujian; Biasanya guru/dosen sering mengadakan quis singkat dan tugas yang bertujuan untuk pendalaman dari apa yang telah diajarkan serta melakukan test pada akhir masa belajar. Hal ini juga harus dapat diantisipasi oleh web based distance learning.
  5.  Perpustakaan digital; Pada bagian ini, terdapat berbagai informasi kepustakaan, tidak terbatas pada buku tapi juga pada kepustakaan digital seperti suara, gambar dan sebagainya. Bagian ini bersifat sebagai penunjang dan berbentuk database.
  6.   Materi online diluar materi pelajaran/kuliah; Untuk menunjang perkuliahan, diperlukan juga bahan bacaan dari web lainnya. Karenanya pada bagian ini, guru/dosen dan siswa/mahasiswa dapat langsung terlibat untuk memberikan bahan lainnya untuk di publikasikan kepada siswa/mahasiswa lainnya melalui web.


Peranan Sistem Informasi dalam Dunia Pendidikan

Menurut Reisnic(2002), ketika orang berpikir mengenai pendidikan dan pembelajaran, mereka umumnya memiliki pertanyaan yang menyangkut informasi apa yang paling penting untuk dipelajari? Cara apa yang paling baik digunakan untuk metransformasikan informasi dari pengajar ke peserta ajar? Dan bagaimana cara yang terbaik untuk menyampaikan informasi yang mudah dipahami dan dipelajari?
Sedangkan Menurut Karsidi(2000), masalah pokok yang dihadapi pendidikan di Indonesia antara lain mengenai peningkatan mutu, pemerataan kesempatan pendidikan, dan relevansi pendidikan dengan pembangunan nasional. Masalah tersebut membutuhkan penyelesaian selain cara konvensional yang dikenal selama ini. Secara umum aplikasi sistem informasi dalam pendidikan diharapkan mampu melakukan hal-hal sebagai berikut :
1.            dapat menyebarkan informasi secara luas, seragam dan cepat.
2.            dapat membantu, melengkapi dan menggantikan tugas guru bila diperlukan.
3.            dapat menunjang kegiatan belajar masyarakat serta mengajak partisipasi masyarakat.
4.            dapat menambah keanekaragaman sumber maupun kesempatan belajar.
5.            dapat menambah daya tarik untuk belajar.
6.            dapat menghemat biaya
Semula teknologi pendidikan dipandang hanya berperan pada taraf pelaksanaan kurikulum di kelas. Sementara konsepsi baru yang akan digunakan menghendaki teknologi pendidikan sebagai masukan (input) bahkan sejak tahap perencanaan kurikulum.

Penggunaan Sistem Informasi Akademik
Berbagai permasalahan yang ada dalam dunia pendidikan saat ini telah mampu diatasi dengan pemanfaatan jaringan komputer yang mampu menyajikan fasilitas komunikasi, pertukaran data maupun informasi yang cepat dan akurat, dan membuat jarak diantara pemakai menjadi tidak penting.
Dengan keberadaan jaringan pemakai dapat berbicara dalam bentuk text dan audio visual, variasi fasilitas yang dapat diberikan oleh suatu jaringan sangat tergantung pada jenis dan versi aplikasi yang digunakan dan tentu harus didukung dengan kondisi hardware yang memadai sebagai suatu prasyarat dalam penggunaan software aplikasi.
Sistem informasi akademik merupakan solusi yang paling banyak digunakan dalam mengelola data-data akademik lembaga pendidikan yang ada di Indonesia. Selain mempermudah proses pengelolaan data, sistem informasi ini juga memperkecil biaya operasional yang harus dikeluarkan oleh lembaga terkait.
Teknologi informasi dikatakan berfungsi sebagai komplemen atau pelengkap bila materi pembelajaran pada sistem informasi diprogramkan untuk melengkapi materi pembelajaran yang diterima peserta didik di dalam kelas. Sehubungan dengan hal ini, ada 3 alternatif model kegiatan pembelajaran yang dapat dipilih para mahasiswa, yaitu apakah mereka akan mengikuti kegiatan pembelajaran yang disajikan secara konvensional saja, atau sebagian secara tatap muka dan sebagian lagi melalui internet, atau bahkan sepenuhnya melalui internet.
. Manfaat dari penggunaan sistem informasi akademik juga bermacam-macam. Mulai dari penanganan masalah administrasi pada saat penerimaan mahasiswa baru, pengelolaan data akademik mahasiswa, pelaksanaan kegiatan perkuliahan, manajemen sumber daya serta proses pengambilan kebijakan dari eksekutif yang semuanya dapat  dilakukan secara lebih efektif dan optimal dengan menggunakan sistem informasi.



Sumber :
Karsidi, Ravik. 2000. Penerapan Teknologi Untuk Peningkatan Mutu Pendidikan. Bahan ceramah di Universitas Sebelas Maret Surakarta
Muslim. Teknologi Informasi dalam Pendidikan. Bandung : UPI
Natakusumah, E.K., “Perkembangan Teknologi Informasi di Indonesia.”, Pusat Penelitian informatika – LIPI Bandung, 2002-