Jumat, 03 Mei 2013

kebudayaan orang sunda



BUDAYA SUNDA
Dikenal sebagai budaya yang sangat menjunjung tinggi sopan santun. Pada umumnya karakter masyarakat Sunda adalah periang, ramah-tamah (someah), murah senyum, lemah-lembut, dan sangat menghormati orang tua. Itulah cermin budaya masyarakat Sunda. Di dalam bahasa sunda diajarkan bagaimana menggunakan bahasa halus untuk berbicara dengan orang yang lebih tua.

BAHASA SUNDA
Dibedakan menjadi 2 yaitu bahasa sunda kasar dan bahasa sunda halus,
Hampir mayoritas penduduk jawa barat menguasai bahasa sunda namun yang saya ketahui didaerah Kota Bogor Minimnya masyarakat yang menggunakan segi bahasa dengan halus, kebanyakan masyarakat Kota Bogor menggunakan bahasa yang rada sedikit kasar, sedangkan wilayah Kota Depok yang berdekatan dengan ibukota Jakarta sunguh sangat disayangkan mayoritas penduduk Kota Depok sudah tidak mempergunakan bahasa daerah(sunda)..

NILAI-NILAI BUDAYA
Kebudayaan Sunda memiliki ciri khas tertentu yang membedakannya dari kebudayaan–kebudayaan lain. Secara umum masyarakat Jawa Barat atau Tatar Sunda, dikenal sebagai masyarakat yang lembut, religius, dan sangat spiritual. Kecenderungan ini tampak sebagaimana dalam pameo silih asih, silih asah dan silih asuh; saling mengasihi (mengutamakan sifat welas asih), saling menyempurnakan atau memperbaiki diri (melalui pendidikan dan berbagi ilmu), dan saling melindungi (saling menjaga keselamatan). Selain itu Sunda juga memiliki sejumlah nilai-nilai lain seperti kesopanan, rendah hati terhadap sesama, hormat kepada yang lebih tua, dan menyayangi kepada yang lebih kecil. Pada kebudayaan Sunda keseimbangan magis di pertahankan dengan cara melakukan upacara-upacara adat sedangkan keseimbangan sosial masyarakat Sunda melakukan gotong-royong untuk mempertahankannya.

NILAI RELIGIUS
Dalam perjalanannya nilai-nilai tradisi dan religius masyarakat Sunda terus mengalami proses perkembangan sesuai dengan perubahan zaman. Agama Islam yang merupakan agama mayoritas masyarakat Sunda saat ini. Dalam aplikasinya, perkembangan keagamaan seperti yang terjadi pada masyarakat Sunda sebenarnya merupakan proses perkembangan dari mitos-mitos masyarakat yang pada intinya selalu mencari bentuk hubungan yang seimbang antara keberadaan manusia dengan lingkungan alamnya.

KESENIAN

Budaya Sunda memiliki banyak kesenian, diantaranya adalah kesenian sisingaan, tarian khas Sunda, wayang golek, permainan anak-anak, dan alat musik serta kesenian musik tradisional Sunda yang bisanya dimainkan pada pagelaran kesenian.
Sisingaan adalah kesenian khas sunda yang menampilkan 2–4 boneka singa yang diusung oleh para pemainnya sambil menari. Sisingaan sering digunakan dalam acara tertentu, seperti pada acara khitanan.
Wayang golek adalah boneka kayu yang dimainkan berdasarkan karakter tertentu dalam suatu cerita perwayangan. Wayang dimainkan oleh seorang dalang yang menguasai berbagai karakter maupun suara tokoh yang di mainkan.
Jaipongan adalah pengembangan dan akar dari tarian klasik .
Tarian Ketuk Tilu , sesuai dengan namanya Tarian ketuk tilu berasal dari nama sebuah instrumen atau alat musik tradisional yang disebut ketuk sejumlah 3 buah.
Alat musik khas sunda yaitu, angklung , rampak kendang, suling,kecapi,goong,calung. Angklung adalah instrumen musik yang terbuat dari bambu , yang unik , enak didengar angklung juga sudah menjadi salah satu warisan kebudayaan Indonesia.
Rampak kendang adalah beberapa kendang (instrumen musik tradisional sunda) yang di mainkan bersamma – sama secara serentak..

https://id.wikipedia.org/wiki/Budaya_Sunda
http://shindohjourney.wordpress.com/seputar-kuliah/budaya-sunda/

Minggu, 07 April 2013

Pelanggaran Hak Asasi Manusia



Pelanggaran Hak Asasi Manusia (Pelcehan seksual)

Disini saya akan membahas kasus pelecehan seksual terhadap wanita, yang kerap terjadi di negara kita diantaranya :

1.      kekerasan seksual di sekolah

        Kekerasn seksual disekolah menurut Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas Anak) menyatakan, kasus kekerasan seksual terhadap anak marak terjadi di sekolah. Dari data yang di dapat,  data kasus aduan kekerasan terhadap anak selama 2012. Dari 2.637 aduan yang masuk, sekitar 60 persennya merupakan kasus kekerasan seksual. Pelaku kekerasan seksual terhadap anak di sekolah tak hanya bersumber dari guru, melainkan juga pihak lain, seperti teman atau penjaga sekolah.
Kesimpulannya otomatis si korban terkena, tekanan mental atau ganguan piskologis hingga menyebabkan kecenderungan untuk bergaul dengan teman sebaya, hal ini harus diperhatikan sebab telah merusak moral hak asasi manusia dan merusak masa depan bagi si korban.

2.      Kekerasan seksual di kendaraan umum

         khususnya di ibukota pelecehan seksual terhadap wanita sangat tinggi intentitasnya, pelecehan wanita dalam bentuk kekerasan seksual di tempat umum, terutama di angkutan umum,  terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Kekerasan tersebut meliputi pemerkosaan, percobaan pemerkosaan, pencabulan, perampokan, dan bahkan pembunuhan.

Tindakan proteksi bagi perempuan untuk mewaspadai kekerasan seksual di angkutan umum, bisa dilakukan dengan tips sebagai berikut:
  1. Berpakaian sopan dan tidak menggunakan perhiasan berharga yang berlebihan.
  2. Usahakan tidak bepergian sendiri, untuk memperkecil kemungkinan menjadi sasaran/target kejahatan.
  3. Menghindari naik kendaraan umum yang sepi penumpang.
  4. Menghindari melintasi daerah sepi atau rawan kejahatan dan sedapat mungkin menghindari bepergian jauh saat menjelang larut malam.
  5. Tarik perhatian orang sekitar, jangan ragu untuk berteriak agar mengambil perhatian orang sekitar, saat keadaan darurat.
  6. Pindah tempat duduk atau segera turun dari kendaraan, apabila ada tanda-tanda yang mencurigakan dari penumpang atau crew kendaraan.
  7. Setting nomor telepon darurat dalam ponsel, untuk memungkinkan segera menghubungi nomor telepon tertentu hanya dengan sekali tekan.
  8. Untuk keamanan sebaiknya perlu membawa perlengkapan yang bisa digunakan untuk membela diri, seperti pisau lipat,  kejutan listrik, pemantik api dan lain sebagainya.
Kaum perempuan harus selalu hati-hati dan waspada dalam memilih moda transpotasi umum, agar tidak menjadi korban kejahatan pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab.  (*/disarankan dari berbagai sumber).

Referensi :

Minggu, 24 Maret 2013

Cintai Batik Indonesia

Begitu banyak seni di negara Indonesia, dengan karya ciptaan masyarakat yang bernilai tinggi yang dapat kita banggakan. Salah satunya adalah batik yang terbuat dari kain sebagai teknik pewarnaan dengan malam, berbagai motif dibuat untuk mempercantik batik. Namun masih banyak masyarakat Indonesia yang masih belum mengakui karya Indonesia itu sendiri, karena kini masih banyak yang beranggapan batik adalah mode kuno dan lebih banyak memilih mengikuti tren mode. Kita telah mempertahankan batik sebagai ciptaan Indonesia sejak zaman Kerajaan Majapahit, sangat disayangkan jika kita tidak mewarisi budaya kita. Oleh sebab itu, saya akan membahas sejarah singkat asal mula batik dan jenis-jenis batik dengan tujuan menyadari masyarakat agar mau melahirkan dan mengembangkan kesenian Indonesia.

SEJARAH BATIK

Kata "batik" berasal dari bahasa Jawa, yang merupakan penggabungan dari "amba" yang berarti "menulis", dan "titik" yang berarti "titik". Batik telah dikenal semenjak zaman Majapahit, dan menjadi sangat populer akhir abad XVIII atau awal abad XIX. Batik yang dihasilkan ialah semuanya batik tulis sampai awal abad XX dan batik cap baru dikenal setelah Perang Dunia I atau sekitar tahun 1920-an. J.L.A. Brandes (arkeolog Belanda) dan F.A. Sutjipto (arkeolog Indonesia) berpendapat bahwa tradisi batik adalah asli dari daerah seperti Toraja, Flores, Halmahera, dan Papua. Kesenian batik merupakan seni gambar di atas kain untuk pakaian yang menjadi salah satu kebudayaan keluarga raja-raja Indonesia zaman dahulu. Berawal dari kerajaan-kerajaan yang ada di Kraton saja, namun telah diikuti oleh kerajaan di luar kraton dan membuat ditempatnya masing-masing. Pada zaman itu, masyarakat menggunakan cara yang sederhana. Semenjak industrialisasi dan globalisasi, yang memperkenalkan teknik otomatisasi, batik jenis baru muncul, dikenal sebagai batik cap dan batik cetak, sementara batik tradisional yang diproduksi dengan teknik tulisan tangan menggunakan canting dan malam disebut batik tulis.


BATIK PEKALONGAN
Meskipun tidak ada catatan resmi kapan batik mulai dikenal di Pekalongan, namun menurut perkiraan batik sudah ada di Pekalongan sekitar tahun 1800. Bahkan menurut data yang tercatat di Deperindag, motif batik itu ada yang dibuat 1802, seperti motif pohon kecil berupa bahan baju. Namun perkembangan yang signifikan diperkirakan terjadi setelah perang besar pada tahun 1825-1830 di kerajaan Mataram yang sering disebut dengan perang Diponegoro atau perang Jawa. Dengan terjadinya peperangan ini mendesak keluarga kraton serta para pengikutnya banyak yang meninggalkan daerah kerajaan. Mereka kemudian tersebar ke arah Timur dan Barat. Kemudian di daerah – daerah baru itu para keluarga dan pengikutnya mengembangkan batik.
Ke timur batik Solo dan Yogyakarta menyempurnakan corak batik yang telah ada di Mojokerto serta Tulungagung hingga menyebar ke Gresik, Surabaya dan Madura. Sedang ke arah Barat batik berkembang di Banyumas, Kebumen, Tegal, Cirebon dan Pekalongan. Dengan adanya migrasi ini, maka batik Pekalongan yang telah ada sebelumnya semakin berkembang.
Seiring berjalannya waktu, Batik Pekalongan mengalami perkembangan pesat dibandingkan dengan daerah lain. Di daerah ini batik berkembang di sekitar daerah pantai, yaitu di daerah Pekalongan kota dan daerah Buaran, Pekajangan serta Wonopringgo.

 Hingga kini, berbagai motif, corak, dan desain yang dibuat oleh masyarakat dapat mengikuti mode tren kini sehingga berbagai batik telah kita ekspor di berbagai negara. Tidak hanya pakaian saja yang dibuat masyarakat, seperti sendal, sepatu, tas, dan masih banyak yang lainnya yang terbuat dengan motif batik sekreatif mungkin. Dapat kita banggakan, bahwa batik kini ciptaan Indonesia sehingga ditetapkan hari batik Indonesia pada tanggal 02 Oktober. Dengan pada tanggal tersebut, jika tidak salah saya dengar pemerintah mengajukan untuk menggunakan batik dengan tujuan agar diakui batik milik Indonesia. Sangat disayangkan jika kita menyia-nyiakan kesenian kita, sedangkan di negara lain mengakui kesenian kita ini bernilai tinggi dalam seni.

Cintailah Batik Indonesia, dengan memproduksinya dan mengembangkan seni karyanya.


JENIS-JENIS BATIK

  • Batik  Tulis
         Kain dihias sesuai corak atau tekstur tertentu menggunakan tangan. Kurang lebih memakan 2-3 bulan.
  • Batik Cap
          Jenis batik seperti ini dibuat dengan menggunakan cap yang sudah sesuai dengan coraknya.
  • Batik Lukis
          Pembuatan batik langsung melukis pada kain putih.

Semoga dengan tulisan ini menjadikan inovasi bagi masyarakat, untuk dapat dikembangkan. Maaf jika diantara perkataan atau tulisan yang salah dari saya karena masih dalam tahap pembelajaran. Mungkin dengan kritik dan saran dari pembaca dapat memperbaiki tulisan ini.
REFERENSI:
  1. http://www.ladidacafe.in/2011/10/sejarah-batik-di-indonesia.html
  2. http://batikmarkets.com/batik.php
  3. http://batikday.com/2012/10/sejarah-perkembangan-batik/
  4. http://en.wikipedia.org/wiki/Public_holidays_in_Indonesia
  5. http://www.unesco.org/culture/ich/index.php?RL=00170


Jumat, 16 November 2012

Bab. 8 Metodologi Siklus Hidup Sistem


Siklus hidup system terdiri dari lima tahap. Empat tahap yang pertama perencanaan, analisis, rancangan, dan penerapan dimaksudkan bagi pengembanganya.Tahap kelima dimaksudkan untuk penggunaannya.Pengembangan sistem yang lebih responsive dapat dicapai dengan peningkatan siklus hidup dan penggunaan peralatan pengembangan berbasis komputer (computer-based development tools).Dua peningkatan itu adalah prototyping dan rapid application development (RAD), dan peralatan tersebut termasuk kategori CASE, atau computer-aided software engineering.

Siklus hidup system (system life cycle), atau SLC, adalah proses evvolusioner yang diikuti dalam menerapkan system atau subsistem informasi berbasis computer. SCL sering disebut sebagai pendekatan air terjun (waterfall approach) bagi pengembangan dan penggunaan system.

Pengelolaaan siklus hidup system yang pertama dikelola oleh manejer unit jasa informasi, dibantu oleh manejer dari analisis system, pemrograman, dan operasi.Sekerang manajemen siklus hidup system mungkin saja tertentang melewati beberapa tingakat organisasional dan melibatkan manejer di luar jasa informasi.

Tanggung jawab eksekutif ketika sistem memiliki nilai strategis atau mempengaruhi seluruh organisasi, direktur utama atau komite eksekutif mungkin memutuskan untuk mengawasi proyek pengembanganya. Ketika lingkup sistem menyempit dan fokusnya lebih operasional, kemungkinan besar kepemimpinan akan dipegang oleh eksekutif tingkat yang lebih rendah seperti wakil direktur utama, direktur bagian administrasi, dan CIO.

Komite pengarah SIM banyak perusahaan membuat suatu komite khusus, di bawah tingkat komite eksekutif, yang bertanggung jawab atas pengawasan seluruh proyek system.Jika tujuan komite tersebut adalah memberikan petunjuk, pengarah, dan pengendalian yang berkesinambungan, komite ini disebut dengan komite pengarah. Jika perusahaan membentuk komite pengarah untuk penggunaan sumber daya computer perusahaan, digunakan namakomite pengarah SIM.

Komite pengarah SIM melaksanakan fungsi utama.
·         Mentapakan kebijakan yang memastikan dukungan komputer untuk mencapai tujuan strategi perusahaan.
·         Menjadi pengendali keuangan dengan sebagai badan yang berwenang memberi persetujuan bagi semua permintaan dana yang berhubungan dengan komputer.
·         Menyelesaikan pertentangan yang timbul sehubungan dengan prioritas penggunaan komputer.

Akibatnya, tugas dari komite pengarah SIM ini adalah menjalakan srategi yang ditetapkan oleh komite eksekutif dan rencana strategis sumber daya informasi. Dengan memutuskan manajemen siklus hidup sistem dalam komite pengarah, diperoleh dua keuntungan :
·         Semakin besar kemungkinan komputer akan digunakan untuk mendukung pemakai di seluruh perusahaan.
·         Semkain besar kemungkinan proyek-proyek komputer akan mempunyai perencanaan dan pengendalian yang baik.

Komite pengarah SIM merupakan bukti yang paling nyata bahwa perusahaan bermaksud menyediakan sumber daya informasi bagi semua pemakai yang memang membutuhkan
Komite pengarah SIM jarang terlibat langsung dengan rincian pekerjaan. Tanggung jawab itu ada pada tim proyek. Tim proyekmencakup semua orang yang ikut serta dalam pengembangan system berbasis computer.

Tahap perencanaan
pengembangan subsistem CBIS seharusnya mendapat perhatian yang sama besarnya dalam perencanaan seperti proyek-proyek besar lainya, seperti pengenalan produk baru atau konstruksi pabrik baru.

Keuntungan dari merencanakan Proyek CBIS
·           
      Menentukan lingkup dari proyek. Informasi ini memberikan perkiraan awal dari skala sumber daya yang diperlukan.
·         
          Mengenali beberapa area permasalahan potensial. Perencanaan akan menunjukan hal-hal yang mungkin tidak berjalan dengan semestinya sehingga hal ini dapet dicegah.
·         
           Mengatur urutan tugas. Tugas ini diatur dalam urutan logis berdasarkan prioritas informasi dan kebutuhan akan untuk efesinsi.
·          
     Memberikan dasar untuk pengendalian. Tingkat kinerja dan metode pengukuran tertentu harus dispersifikasikan sejak awal.

Langkah-langkah dalam tahap perencanaan.
    1   .      Menyadari masalah

    2   .      Mendefinisikan masalah
setelah manajer menyadari adanya masalah, ia harus memahaminya dengan baik agar dapat mengatasi permasalahan itu, manajer hanya mencari untuk mengidentifikasikan di mana sebenarnya letak permasalahan dan penyebabnya, selain itu, manajer memerlukan bantuan analis sistem bahwa manajer dan anlis saling berkerja sama.
    3 .      Mentukan tujuan sistem
Manajer dan analis sistem mengembakan suatu daftar tujuan sistem yang harus dipenuhi oleh sistem untuk memuaskan pemakai.Pada titik ini, tujuan hanya dinyatakan secara umum.

    4  .      Mengidentifikasi kendala-kendala sistem
Beberapa kendala ditimbulkan oleh lingkungan, kendala lain berasla dari manajemen perusahaan.
    5   .      Membuat studi kelayakan
Studi kelayakan adalah suatu tinjauan sekilas pada faktor-faktor utama yang akan mempengaruhi kemampuan system untuk mencapai tujuan yang di inginkan. ada enam dimensi kelayakan yaitu teknis, pengembaalian ekonomis, pengambilan non ekonomis, hokum dan etika, operasional, jadwal. Penelitian systemakan memberikan dasar yang terinci bagi rancangan baru mengenai apa yang harus di lakukan system itu dan bagaimana system tersebut melakukannya.

    6.      Mempersiapkan usulan penelitian sistem
penelitian sistem (sistem study) akan memberikan dasar yang terinci bagi rancangan sistem baru mengenai apa yang harus dilakukan sistem itu dan bagaimana sistem tersebut melakukannya.

   7.      Menyetujui atau menolak penelitian proyek
Manajer dan komite pengarah menimbang pro dan kontra proyek dan rancangan sistem yang diusulkan, serta menentukan apakah perlu diteruskan/hentikan.

   8.      Menetapkan mekanisme pengendalian
Komite pengarah SIM menetapakn pengendalian proyek dengan menentukan apa yang harus dikerjakan, siapa yang melakukannya, dan kapan akan dilaksanakan.


Gambar 8.2. Tahap Perencanaan dari SLC

Tahap analisis dimulai dengan pengumuman kepada para pegawai dan pembentukan tim proyek. Analisis system adalah penelitian atas system yang telah ada dengan tujuan untuk meerancang system baru atau diperbarui. Langkah-langkah tahap analisis yaitu :
    1.      Menumumkan penelitian sistem
    2.      Menorganisasikan tim proyek
    3.      Mendefinisikan kebutuhan informasi
    4.      Mendefinisikan kriteria kinerja sistem
    5.      Menyiapkan usulan rancangan
    6.      menyetujui atau menolak rancangan proyek


Tahap rancangan mulai saat analis terlibat dalam rancangan system yang terinci. Rancangan system adalah penetuan proses dan data yang diperlukan oleh system baru. Langkah-langkah tahap rancangan yaitu:
    
   1.      Menyiapkan rancangan sistem yang terinci.
Pendekatan top-down ini merupakan ciri rancangan terstruktur (structured design), yaitu rancangan bergerak dari tingkat sistem ke tingkat subsistem.Kamus data (data dictionary) adalah penjelasan formal isi database. 
 
   2.      Mengidentifikasi berbagai alternative konfigurasi sistem
Mengidentifikasi konfigurasi peralatan komputer yang akan memberikan hasil terbaik bagi sistem untuk menyelesaikan pemrosesan.
   
   3.      Mengevaluasi berbagai alternative konfigurasi sistem
Mengevaluasi berbagai alternative.Alternative yang di pilih adalah yang paling memungkinkan subsistem memenuhi kriteria kinerja, dengan kendala-kendala yang ada.

   4.      Memilih konfigurasi terbaik
Analis mengevaluasi semua konfigurasi subsistem dan menyesuaikan kombinasi peralatan sehingga semua subsistem menjadi satu konfigurasi tunggal.
   
   5.      Menyiapkan usulan penerapan
Usulan penerapan (implementation proposal) yang mengikhtisarkan tugas-tugas penerapan yang harus dilakukan, keuntungan yang diharapkan, dan biayanya.

   6.      Menyetujui atau menolak penerapan sistem
Tahap penerapan melibatkan para sepesalis informasi lainnya, pemakai tambahan, dan mungkin orang luar seperti konsultan dan kontraktor.Setelah perencanaan yang terinci dan pengumuman, diperoleh perangkat keras dan perangkat lunak, dan diciptakan database.



Tahap penerapan melibatkan para sepesalis informasi lainnya, pemakai tambahan, dan mungkin orang luar seperti konsultan dan kontraktor.Setelah perencanaan yang terinci dan pengumuman, diperoleh perangkat keras dan perangkat lunak, dan diciptakan database.



Tahap penggunaan teridiri 3 langkah :

   1.      Mengunakan sistem
Pemakai menggunakan sistem untuk mencapai tujuan yang diidentifikasikan pada tahap perecanaan.
   
   2.      Audit sistem
Penelitian formal dilakukan untuk menentukan seberapa baik sistem baru itu memenuhi kriteria kinerja.Studi semacam ini disebut dengan penelaahan setelah penerapan (postimplementation review).

   3.      Memelihara sistem
Berbagai modifikasi dibuat sehingga sistem terus memberikan dukungan yang diperlukan.Modifikasi ini disebut pemeliharan sistem (system maintenance).Pemeliharaan sistem dilaksanakan unruk 3 alasan. 

Menyiapkan usulan rekayasa ulang
Ketika sudah jelas bagi para pemakai dan spesialis informasi bahwa sistem tersebut tidak dapat lagi digunakan, diusulkan kepada SC MIS bahwa sistem itu perlu direkayasa ulang (reengineered). Usulan itu dapat berbentuk memo atau laporan yang mencakup dukungan untuk beralih pada suatu siklus hidup sistem baru. Dukungan tersebut mencakup penjelasan tentang kelemahan inheren sistem, statistik mengenai biaya perawatan, dan lain-lain. 

     Menyetujui atau menolak rekayasa ulang sistem
Manajer dan komite pengarah SIM mengevaluasi usulan rekayasa ulang sistem dan menentukan apakah akan memberikan persetujuan atau tidak.


CASE
CASE merupakan singakatan dari computer aided software engineering. CASE merupakan kategori perangkat lunak yang bertujuan mengalihkan sebagian beban kerja pengembangan sistem dari manusia ke komputer.
Empat kategori didefiniskan :

   1.       Peralatan CASE tingkat atas dapat digunanakan oleh eksekutif perusahaan mereka perencanaan stretegis.
  
   2.      Peralatan CASE tingkat menengah dapat digunakan selama tahap analisis dan rancangan untuk mendokumentasikan proses dan data dari sistem yang telah ada maupun sistem baru.
   
   3.      Peralatan CASE tingkat bawah digunakan selama tahap penerapan dan penggunaan untuk membantu programmer mengembangkan, menguji dan menjaga kode. Perangkat ini disebut code generators.

  4.      Peralatan CASE terintegrasi menawarkan cakupan kombinasi dari peralatan CASE tingkat atas, mengah, dan bawah.

    Sebagian besar kegiatan terkonsentrasi pada CASE tingkat menengah, di mana pertama kali timbul kesadaran perlunya membebaskan analis sistem dari beban mendokumentasikan rancangan sistem yang telah ada dan sistem baru. Selanjutnya, perhatian pada SPIR dan pemeliharaan sistem memperluas cakupan CASE sehingga mencakup seluruh SLC.

Menempatkan SLC, prototyping dan RAD dalam perspektif
Siklus hidup sistem, prototyping dan RAD semuanya meeruypakan metodologi.Tiga metodologi ini merupakan cara-cara yang dianjurkan dalam menerapkan sistem berbasis komputerr.SLC merupakan aplikasi dari pendekatan sistem untuk masalah penerapan sistem komputer, dan berisikan semua elemen pendekatan sistem dasar, dimulai dari identifikasi masalah dan diakhiri dengan penggunaan sistem.
            
           Prototyping merupakan bentuk pendek dari pendekatan sistem yang berfokus pada definisi dan pemuasan kebutuhan pemakai.Prototyping dapat berada di dalam SLC. Kenyatannya, selama proses pengembangan satu sistem tunggal mungkin diperlukan bayank upaya prototyping.
           RAD merupakan pendekatan alternative untuk tahap rancangan dan penrapan dari SLC.Sumbangan terbesar dari RAD adalah kecepatannya menghasilkan sistem untuk digunakan, yang terutama dicapai melalui penggunaan peralatan berbasis komputer.
             Dari semua metodologi yang ada, SLC merupakan metodologi tertua dan akan terus menjadi dasar sebagian besar kerja pengembangan sistem. Prototyping juga merupakan metodologi yang telah cukup mapan, dan akan terus digunkan bagi proyek-proyek yang kebutuhan pemakainya masih sulit didefinisikan. RAD telah memperoleh banyak dukungan sejak kelahirannya di awal tahun 1990-an dan mungkin menjadi metodologi utama bagi perancangan dan penerapan di masa depan.

Meskipun siklus hidup system mewakili bentuk dasar dari kerja system, siklus hidup system terpengaruh perubahan metodologi lain yang menekankan penggunaan peralatan pengembangan berbasis computer. Rapid application development adalah satu metodologi tersebut, dan menyatukan baik CASE maupun prototryping.


sumber : mecleod